Selamat datang di GUBUK45.Com

Sabtu, 10 November 2012

Surat untuk calon Suami


WAHAI CALON SUAMIKU,
BELAHAN JIWAKU, TEMUKANLAH
AKU...

Untuk calon suami dunia
akhiratku

Asssalamu’alaikum
warahmatullahi wabarokatuh


Duhai calon pemilik tulang
rusukku,
aku akan segera hadir
dalam dinginnya malam dengan
hangatnya jiwa. Ku tunggu hingga Ijab Kabul terucap dari
lisanmu. Aku akan menjaga
dalam harumnya semerbak
dalam jiwaku, menunggu hingga
engkau menahkodai bahtera
kita. Ku kan berhijab dengan
sempurna dengan tak selalu
mengikuti arah arus angin yang
berhembus.

Duhai calon imam dalam
sholatku,
aku kan selalu hadir
dalam cintamu kepada Allah,
dengan sigap aku akan
menghamparkan sajadah
sebagai alas sujudmu, dengan
hadirku sebagai makmum Insya
Allah akan menyempurnakan
sholat kita. Deru do’amu teiring
“aamiin” dari lisanku.
Dalam hening malam bulir air
mata tak henti ku teteskan
bercahayakan munajat doa.

Duhai calon pemilik tangan
gagah yang menolongku ketika
aku terpuruk dan jatuh..
lindungi aku dalam perjalanan hidup kita,
ketika engkau terluka kan
kubalut dengan cinta jiwa yang
merona, menyembuhkan segala
perih dalam jiwamu.

Duhai calon pengusap air mataku,
sungguh engkau takkan
rela calon bidadarimu ini
menangis, usaplah lembut pipi
kemerah-merahan ini agar tak
menangis, dan kan kuhaluskan
telapak kakimu dengan
mencucikannya ketika engkau
pulang dari berjihad.

Duhai calon ayah dari para
mujahid-mujahidah kita,
aku sebagai madrasah pertama
sebagai sumber ilmu dari anak
anak kita, kan kutanammkan
ilmu agama agar mujahidah kita
takut akan Rabbnya, santun
pada kedua orang tuannya,
menghormati orang-orang yang
lebih tua. Akhlakul karimah yang
baik kan kusisipkan dalam
prilakunya semenjak kecil.

Duhai calon nahkoda yang kan
membawa keluargaku ke surga…
Mari kita hiasi rumah kita
dengan cahaya cahaya iman…
Aku dalam diam sengaja tak
menampakkan diri, agar engkau
benar benar menemukanku
dalam cahaya sujudmu
Aku tak banyak bicara karna aku
takut ketika aku menyapa,
engkau tepesona pada apa yang
kuucap
Aku menunduk malu, tak berani
menatap mata binar yang
engkau miliki, karena aku takut
dapat memudarkan imanku.
Temukan aku wahai calon imam
dalam sujudku…
Aku menunggu lisan ijab
darimu..


..:: Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh ::..

Bandung, In Memoriam
Renungan kisah inspiratif

oleh; ainul mardhiyah
Penulis:
Judul Artikel: Surat untuk calon Suami

7 komentar

Shovya mengatakan... 12 Maret 2012 20.59
woooow.. :) (y)
ReplyDelete
subhanallooh ^_^
ReplyDelete
keren bgt...udah dapet blom jodohnya// ;p
ReplyDelete
lagi galau yah .. he he he ;p
ReplyDelete
indah banget, baru pertama saya baca tulisan surat dengan rangkaian puisi yang begitu indah...saya mengaggumi tulisannya
ReplyDelete

Poskan Komentar

Cancel Reply

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Coretan