Alarm dan alat pendeteksi gerakan dalam kamar mayat di Malatya akan mendeteksi gerakan paling halus dari manusia yang terbangun dari koma atau pingsan dalam jangka waktu lama.
"Perangkat mendeteksi bahkan gerakan halus sekalipun dan mengirimkan alarm," kata Kepala pelayanan kamar mayat, Akif Kayadurmus
Akif pun menambahkan kamar tersebut memiliki 36 lemari pendingin yang memiliki pegangan pintu. Jadi, ketika si manusia itu hidup, ia keluar dari peti mati dan membuka pintu (lemari pendingin).
""Kami juga menaruh sebuah sistem di kaki almarhum agar bisa membuka kulkas. Kami telah menyiapkan setiap kemungkinan yang terjadi," jelasnya.
Selain itu, kamar mayat ini memiliki lounge, kafe, dan panel informasi digital yang memberikan petunjuk bagi keluarga untuk memandikan dan mengafani jenazah seperti tradisi Islam.
sumber: http://metrotvnews.com/read/news/2011/10/01/66650/Kamar-Mayat-Dilengkapi-Teknologi-Sensor-